125 Pelaku UMKM Blora Ikuti Pelatihan Digital Marketing

KontraPro, Blora - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Yogyakarta, kedua kalinya di tahun 2022 menggelar Digital Enterpreneurship Academy (DEA) atau pelatihan digital marketing di Kabupaten Blora.

Acara diselenggarakan terbagi dua kelas di ruang pertemuan Same Hotel Cepu dengan diikuti 125 peserta dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se Blora.  

Pelatihan bertajuk “Pengelolaan Uang Digital” itu dilaksanakan selama dua hari, Senin (7/2/2022) hingga Selasa (8/7/2022) dengan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, mewakili Bupati Blora Arief Rohman.  

Hadir pada acara tersebut, Plt Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Suwarto, Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho, Plt. Kepala Dindagkop UKM Blora, Luluk Kusuma Agung Ariyadi.

Plt Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Suwarto, dalam laporannya antara lain menyampaikan Program Digital Talent Scholarship (DTS) tahun 2022 didesain untuk menciptakan ekosistem seimbang dalam memamaksimalkan pentahelix (pemerintah, komunitas/masyarakat, institusi pendidikan tinggi, dunia usaha dan media) untuk menjadi fasilitator dan akselerator pendukung ekonomi digital.  

“Sasaran strategisnya, menyediakan pelatihan untuk alih kompetensi di era industri 4.0. Mengembangkan SDM yang berdaya saing dan berkarakter. Menyiapkan talenta digital yang dibutuhkan pasar kerja,” terang Suwarto.

Selanjutnya, meningkatkan tata kelola dan kelembagaan instansi pemerintah dengan memberikan pelatihan para ASN.

“Untuk target peserta pelatihan di Kabupaten Blora, kali ini, 125 peserta. Jumlah pendaftar 225, dengan persyaratan yang telah ditentukan,” jelasnya.

Adapun materi pelatihan, menurut Suwarto, yaitu Dasar Pengelolaan Keuangan Digital, Aplikasi Pengelolaan Keuangan Digital, Dasar Digital Marketing, Akses Permodalan, Digipreneur Naik Kelas dan Go Global.

Digital Enterpreneurship Academy (DEA) sendiri merupakan program yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang bekerja sama dengan Mitra Global Tech Company, Perguruan Tinggi, dan Start-up Lokal.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, mengawali pelatihan DEA 2022, menyampaikan paparan bertajuk “Skema Pengelolaan Keuangan Digital” Kabupaten Blora.

Dalam kesempatan itu disampaikan tentang gambaran umum Kabupaten Blora. Potensi Blora seperti kerajinan jati di Jiken dan Jepon, minyak dan gas di Cepu, Jepon, Kradenan, Sambong, Kedungtuban, Jiken dan Randublatung.

Kemudian padi di Cepu, Kradenan dan Kedungtuban. Jagung di Randublatung, Jati, Jiken dan Sambong. Sayuran di Banjarejo. Bawang merah di Bogorejo dan Todanan. Tembakau di Banjarejo, Ngawen dan Blora.

Selanjutnya cabai di Jepon, Ngawen dan Tunjungan. Tebu di Kunduran dan Todanan. Buah-buahan di Tunjungan, Todanan, Japah dan Bogorejo. Dipaparkan juga tentang produksi padi dan jagung mulai tahun 2016 hingga 2021.

“Data populasi ternak Kabupaten Blora terbesar di Jawa Tengah dan nomor dua tingkat nasional. Tahun 2020 sebanyak 267.103 dan tahun 2021 sebanyak 275.741,” jelasnya.

Sementara itu, data kemiskinan di Kabupaten Blora terhadap nasional, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten lain di Jawa Tengah berada pada urutan 22.

“Oleh karena itu sebagaimana Visi Misi, Sesarengan Mbangun Blora yang Unggul dan Berdaya Saing, maka Out Come Program DEA adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta untuk memanfaatkan/mengoptimalkan TIK dalam mengelola bisnis atau usahanya.” jelasnya.

Kemudian, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan/mengoptimalkan media online sebagai media pemasaran. Terdorongnya ekonomi digital Indonesia dalam rangka mendukung transformasi digital revolusi industri 4.0.

Usai menyampaikan paparaan, secara resmi Wabup Blora membuka pelaksanaan pelatihan.

Sementara itu Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho, dalam paparannya menyampaikan Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Blora “Masyarakat Digital” yang mencakup Sarpras Jaringan Internet SDM dan Sistem Integrasi.

Adapun sistem integrasi digital yang di maksud adalah Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)  yang  ada dalam dashboard.

Free Hotspot/Free Wifi, Fasilitas bagi masyarakat Kabupaten Blora untuk mengakses konten-konten digital melalui internet.

“Data Analitik Sosmed, Memberikan kemudahan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, pengaduan, permintaan informasi dan Whistleblowing System,” terangnya.

E-office, Sistem Penyelenggaraan Administrasi Pemerintah Daerah yang bertujuan untuk menghasilkan sistem yang sanggup mengakomodasi pekerjaan-pekerjaan terkait pengadministrasian organisasi.

Kemudian, E-Sakip, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah secara elektronik  (E-SAKIP) yang bertujuan untuk memudahkan proses pemantauan dan pengendalian kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan kinerja Pemerintah Kabupaten Blora.

Berikutnya, E-Finance, Sistem informasi pengelolaan keuangan daerah yang mendukung penerapan transparansi dan akuntabilitas keuangan perencanaan Pemerintahan Kabupaten Blora.

“Selanjutnya, E-Commerce, Pengembangan bisnis berbasis digital yang menggunakan aktivitas promosi sebuah brand atau pun produk/jasa menggunakan media elektronik atau digital,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Dindagkop Blora Luluk Kusuma Agung Ariyadi,  memberikan motivasi kepada para peserta pelatihan yang bertujuan supaya UMKM bisa tetap berjalan serta bisa maju bersama.

~MC Kab. Blora/Teguh~

Sumber : 
https://infopublik.id/kategori/nusantara/604052/sebanyak-125-pelaku-umkm-blota-ikuti-pelatihan-digital-marketing

 

 


Explor Your Next

Journey

Physiological respiration involves the meensure the composition of the functional residual.